Buka coffee shop sekarang itu tantangannya bukan lagi di cara bikin kopi dengan rasa khasnya, tapi cara promosikan Coffee Shop agar selalu mendatangkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
Dalam hal ini, ada beberapa strategi promosi yang bisa dilakukan, ditambah era digital yang semakin massive mengikuti trend dan menyesuaikan algoritma harus dilakukan.
Perlu kamu ketahui melansir dari salah satu hasil riset (repository.upi.edu), sepanjang periode 2022 sampai 2025 jumlah gerah berkembang dari yang awalnya 8 ribuan menjadi 10 ribuan unit.
Selain itu, berdasarkan postingan @aksi_scai per akhir 2025 jumlah Coffee Shop mencapai 461.991 yang tersebar di seluruh Indonesia.
Agar tidak tertinggal dan kalah dari kompetitor berikut adalah cara promosi digital yang bisa kamu contek buat bisnis kopi kamu.
Strategi Promosi Untuk Coffee Shop
Ada banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk promosi untuk Coffee Shop. Namun dalam hal ini, saya ingin memberikan sudut pandang dari sisi Digital Marketing.
1. Gunakan Local SEO
Salah satu cara agar lokasi Google Maps kamu ditemukan adalah dengan mengoptimalkan Local SEO.
Hal ini penting saat ada calon customer mencari “coffee shop terdekat” tempat kamu muncul dan direkomendasikan oleh Google.
Kenapa harus menggunakan Google Maps?
Karena orang lebih trusted dan closing rate nya lebih tinggi terlebih jika ada orang yang memang sedang mencari coffee shop terdekat.
Untuk tips local SEO diantaranya :
Optimasi Google Business Profile
Pastikan titik maps-mu akurat. Update foto menu, interior, dan jam operasional secara rutin.
The Power of Reviews
Jangan malu buat minta customer kasih ulasan bintang 5. Google sangat suka bisnis yang interaksinya aktif.
Untuk kemudahan, bisa gunakan misalnya diskon untuk 5 orang terpilih yang sudah menulis review dan kasih bintang 5.
Ini akan memudahkan dan menarik customer untuk memberi ulasan.
Keyword Lokal
Di website atau deskripsi sosmed, sertakan nama daerahmu. Contoh: “Tempat nugas paling tenang di [Nama Daerah]”.
Kemudian tambahkan internal link di website ke titik Google Maps.
2. Aktif di Social Media
Kesalahan fatal pengusaha muda adalah feed Instagram-nya isinya cuma foto gelas kopi dari atas itu akan membuat user bosan jika tidak di konsep dengan baik.
Orang beli kopi itu biasanya bukan hanya untuk merasakan kopinya, tapi juga pengalaman dan vibe dari lokasi.
Untuk itu gunakan tips berikut ini :
Short-form Video (Reels/TikTok)
Buat konten yang humanis. Tunjukkan barista yang lagi fail bikin latte art, atau raut wajah customer pas pertama kali nyeruput kopi andalanmu.
Saya biasanya untuk aktivasi sosial media menggunakan sudut pandang Customer agar lebih dekat dan related dengan mereka.
Misalnya bikin konten tentang user yang ingin mengerjakan tugas dengan vibes berbeda dengan rumah atau kos-kosan.
Hook & Storytelling
Pakai Hook & Storytelling yang relatable.
Misal: “POV: Kamu lagi dikejar deadline dan butuh asupan kafein yang nggak bikin kantong kering.”
UGC (User Generated Content)
Bikin sudut kedai yang instagramable atau menarik user untuk membuat konten di tempat tersebut..
Biarkan customer yang jadi marketing gratisan untuk kedai kamu dengan posting di Story mereka atau postingan mereka.
3. Gunakan Meta Ads atau TikTok Ads
Selain menggunakan sosial media organik, cara promosi untuk Coffee Shop adalah dengan menggunakan Meta Ads atau TikTok Ads.
Untuk memaksimalkannya kamu bisa gunakan tips berikut ini.
- Radius Targeting: Set iklan cuma muncul buat orang yang ada di radius 3-5 KM dari kedai atau yang lebih dekat. Namun bisa juga set di satu kota/kabupaten sebagai bentuk awareness kalau di situ ada Coffee Shop loh.
- Behavioral Targeting: Targeting orang yang punya minat di “Coffee”, “Freelance”, atau “Coworking Space”.
- Offer-Driven: Iklannya harus punya penawaran. “Tunjukkan iklan ini dan dapatkan diskon 20% untuk pembelian kedua.” Ini cara paling gampang buat ukur efektivitas iklan.
4. Kolaborasi dengan Influencer
Jika kamu mempunyai budget marketing yang banyak, jangan lupa untuk mengajak kolaborasi Influencer atau blogger yang mempunyai pengikut banyak di sosial media mereka.
Biasanya, kolaborasi ini lebih efektif karena pengikut mereka biasanya lebih loyal dan cenderung mengikuti apa yang di posting.
5. Community & Loyalty
Digital marketing bukan cuma soal narik orang baru, tapi menjaga yang lama.
Beberapa cara yang bisa kamu lakukan diantaranya :
- WhatsApp Marketing: Simpan nomor customer (dengan izin). Kabari mereka kalau ada menu baru atau promo khusus member.
- Collaborative Event: Ajak komunitas lokal buat bikin acara di kedaimu (misal: komunitas lari, sepeda, atau pembaca buku). Eksposur dari komunitas mereka itu high quality traffic.
6. Membuat Website
Website menjadi tempat terbaik untuk meningkatkan visibilitas online.
Website ini berisi tentang informasi tentang menu, lokasi, jam maupun promo-promo terbaru di Coffee Shop kamu.
Jika bingung bagaimana buatnya, gunakan jasa pembuatan website dari bdlrqb untuk Coffee Shop kamu.
Kesimpulan
Strategi di atas nggak akan jadi apa-apa kalau cuma dilakukan seminggu sekali. Dunia digital itu berisik, kalau kamu nggak konsisten, kamu bakal tenggelam sama kompetitor yang lebih rajin posting dan lebih pinter mainin strategi marketingnya.
Membangun digital presence yang kuat memang butuh waktu dan skill teknis yang lumayan dalam. Kalau kamu merasa lebih baik fokus ke kualitas kopi dan manajemen tim, serahkan urusan SEO dan Ads ini ke tangan yang tepat.
Butuh diskusi lebih dalam soal optimasi bisnis kamu? Mampir aja ke bdlrqb.com. Kita obrolin gimana cara bikin coffee shop kamu nggak cuma ramai di medsos, tapi juga ramai di meja kasir!




