Kamu sedang menganalisis calon sumber backlink. Satu website punya Domain Authority 45, yang lain punya Domain Rating 38, dan yang ketiga punya Authority Score 51.
Mana yang paling berharga dan bisa digunakan?
Menurut Content Workshop (2025), ketiga metrik ini “sering digunakan secara bergantian, padahal membandingkannya tidak seperti membandingkan apel dengan apel.”
Ketiganya mengukur hal yang serupa tapi dengan metodologi yang berbeda, dari sumber data yang berbeda, dan untuk tujuan yang sedikit berbeda.
Artikel ini akan menjelaskan secara tuntas apa itu masing-masing metrik, bagaimana cara kerjanya, di mana perbedaan mendasarnya, dan panduan praktisnya.
Hal Paling Penting yang Harus Dipahami Sejak Awal
Sebelum masuk ke perbandingan detail, ada satu fakta fundamental yang harus selalu diingat saat bekerja dengan metrik-metrik ini:
Domain Authority, Domain Rating, dan Authority Score bukan metrik Google.
Ketiganya adalah metrik pihak ketiga yang dibuat oleh perusahaan tools SEO masing-masing. Google tidak menggunakan satupun dari ketiga metrik ini dalam algoritmanya.
Menurut PressWhizz (2026), ini adalah kesalahpahaman yang paling umum dan paling berbahaya di industri SEO.
Website dengan DR 80 tidak dijamin ranking lebih tinggi dari website dengan DR 40 karena Google memiliki sinyal rankingnya sendiri yang jauh lebih kompleks dari sekadar profil backlink.
Lalu mengapa ketiga metrik ini penting?
Karena keduanya adalah alat sebagai estimasi yang membantu SEO professional membuat keputusan lebih cepat tentang kualitas sebuah website, terutama saat mengevaluasi peluang link building.
Selama kamu menggunakannya sebagai proksi dan bukan kebenaran mutlak, ketiganya sangat berharga.
Domain Authority (DA) Metrik dari Moz
1. Apa itu Domain Authority?
Domain Authority (DA) adalah metrik yang dikembangkan oleh Moz pada 2004 untuk memprediksi seberapa besar kemungkinan sebuah domain akan ranking di halaman pencarian Google.
Skalanya dari 1 hingga 100 semakin tinggi semakin baik.
Menurut Linkyjuice (2026), berbeda dari DR yang berfokus hampir eksklusif pada backlink, DA mengambil pendekatan yang lebih holistik dengan mempertimbangkan berbagai faktor SEO sekaligus:
- Jumlah dan kualitas domain yang memberikan backlink (linking root domains)
- Total jumlah backlink keseluruhan
- Kualitas dan relevansi konten
- Sinyal kepercayaan domain secara umum
2. Karakteristik Unik DA
DA adalah metrik komparatif, bukan absolut. Ini artinya DA dirancang untuk dibandingkan antar website dalam industri yang sama bukan untuk dikejar angkanya secara absolut.
DA 40 di industri perjalanan wisata mungkin sangat kompetitif, sementara DA 40 di industri keuangan bisa jadi masih sangat lemah.
Menurut Launch Vault (2025), ada satu peringatan penting, jika website lain di industri kamu meningkatkan DA mereka, DA kamu bisa turun bahkan tanpa kamu kehilangan backlink apapun.
DA naik dan turun relatif terhadap website lain sehingga fluktuasi DA tidak selalu berarti perubahan di websitemu sendiri.
Cara cek DA gunakan Moz Link Explorer atau ekstensi MozBar yang bisa dipasang di Chrome untuk melihat DA setiap website yang kamu kunjungi secara real-time.
3. Kapan Menggunakan DA?
- Saat ingin membandingkan kekuatan domain secara keseluruhan antara website kamu dengan kompetitor di industri yang sama
- Sebagai titik referensi untuk menilai “seberapa jauh” kamu perlu berkembang untuk bisa bersaing dengan pemain utama di niche kamu
- Saat mengevaluasi calon website untuk link building — terutama jika ingin gambaran yang sedikit lebih luas dari sekadar kekuatan backlink
Domain Rating (DR) Metrik dari Ahrefs
1. Apa itu Domain Rating?
Domain Rating (DR) adalah metrik yang dikembangkan oleh Ahrefs untuk mengukur kekuatan profil backlink sebuah website pada skala 0 hingga 100.
Menurut Linkyjuice (2026) dan Content Workshop (2025), DR adalah metrik yang paling fokus dan paling bersih di antara ketiganya karena satu-satunya yang diukur adalah kekuatan backlink, tidak ada faktor lain.
2. Cara Perhitungan DR
DR dihitung berdasarkan dua faktor utama:
1. Jumlah unique domains yang memberikan dofollow backlink Bukan jumlah total backlink, tapi jumlah domain unik yang berbeda. Seribu backlink dari satu domain nilainya jauh lebih rendah dari 10 backlink dari 10 domain berbeda.
2. DR dari domain-domain yang memberikan backlink tersebut Ini adalah elemen yang membuat DR bekerja secara rekursif. Backlink dari website dengan DR 80 memberikan kontribusi lebih besar ke DR kamu dibanding backlink dari website dengan DR 20.
Menurut Search Atlas (2026), DR bisa dimanipulasi melalui link farms dan PBN karena fokusnya yang murni pada backlink ini adalah kelemahan yang diakui oleh komunitas SEO.
Website bisa mendapat DR tinggi secara artifisial dengan membangun jaringan backlink yang tidak berkualitas.
3. Kapan Menggunakan DR?
- Saat mengevaluasi kualitas profil backlink website target untuk link building
- Saat memutuskan apakah sebuah website layak dimintai backlink
- Saat memantau pertumbuhan otoritas backlink website kamu dari waktu ke waktu
- Sebagai metrik utama dalam kampanye link building
Authority Score (AS) Metrik dari Semrush
1. Apa itu Authority Score?
Authority Score (AS) adalah metrik yang dikembangkan oleh Semrush pada 2018 untuk mengukur kualitas keseluruhan domain dan kekuatan SEO-nya.
Seperti DA dan DR, skalanya 0 hingga 100.
Menurut Content Workshop (2025), AS adalah metrik yang paling holistik dan paling sulit dimanipulasi di antara ketiganya.
AS menggunakan machine learning dan data real-time yang mempertimbangkan:
- Profil backlink (jumlah, kualitas, dan relevansi)
- Traffic organik aktual (bukan estimasi dari backlink)
- Spam signals — apakah backlink yang diterima berasal dari sumber yang mencurigakan
- Keyword rankings aktual di Google
Menurut Content Workshop (2025), AS disebut sebagai metrik “Power” — yang paling sulit dipengaruhi secara artifisial karena mempertimbangkan traffic organik nyata.
Website dengan backlink spam yang tinggi tapi traffic organiknya rendah akan mendapat AS yang rendah meskipun DR-nya mungkin terlihat tinggi.
2. Kapan Menggunakan AS?
- Saat ingin gambaran paling komprehensif tentang otoritas sebuah website
- Saat mengevaluasi apakah website target memiliki traffic organik nyata (bukan hanya backlink banyak)
- Saat mendeteksi website yang DR-nya mungkin sudah dimanipulasi
- Sebagai metrik untuk monitoring perkembangan otoritas website kamu secara keseluruhan
Metrik Mana yang Semakin Harus Digunakan?
Di luar ketiga metrik di atas, ada satu sinyal yang menurut Search Atlas (2026) semakin penting dan sering diabaikan oleh evaluator backlink traffic organik aktual.
Mengapa ini semakin penting?
Menurut Search Atlas (2026), metrik berbasis backlink seperti DA dan DR bisa dimanipulasi, tapi traffic organik yang nyata jauh lebih sulit dipalsukan.
Website yang punya DR 70 tapi traffic organik bulanannya hanya 200 pengunjung adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres backlink-nya mungkin tidak natural atau dari sumber yang sudah di-penalize Google.
Sebaliknya, website dengan DR 35 tapi traffic organik 50.000 per bulan adalah sumber backlink yang sangat berharga karena Google jelas sudah memercayai website itu cukup untuk mengirimkan traffic nyata kepadanya.
Cara cek traffic organik Ahrefs Site Explorer dan Semrush Domain Overview keduanya menyediakan estimasi traffic organik yang cukup akurat. Gunakan ini sebagai filter tambahan setelah cek DR dan DA.
Baca Juga : Cara Riset Keyword: Panduan Mudah untuk Pemula
Kesalahan Paling Umum dalam Menggunakan Metrik Ini
1. Menolak peluang backlink semata-mata karena DA/DR rendah
Backlink dari website dengan DA 20 tapi traffic organik 10.000 per bulan dan konten yang sangat relevan dengan niche kamu bisa lebih berharga dari backlink dari website DA 60 dengan traffic organik nyaris nol.
Relevansi topik dan traffic aktual sama pentingnya dengan skor otoritas.
2. Membandingkan DA dengan DR secara langsung
Moz dan Ahrefs menggunakan crawler dan dataset yang berbeda angkanya tidak sebanding secara langsung.
Website yang sama bisa punya DA 45 dan DR 38 secara bersamaan, dan keduanya sama-sama valid tapi mengukur hal berbeda.
Menurut Linkyjuice (2026), ini adalah sumber kebingungan yang paling umum di kalangan pemula SEO.
3. Mengejar angka DA/DR sebagai tujuan SEO
Meningkatkan DA atau DR bukan tujuan SEO mendapat lebih banyak traffic organik dan konversi adalah tujuannya.
DA dan DR adalah sinyal antara, bukan tujuan akhir. Menurut PressWhizz (2026), banyak SEO yang terlalu terobsesi dengan angka DA/DR dan melupakan bahwa yang dicari Google adalah konten berkualitas dan pengalaman pengguna yang baik.
4. Menggunakan tools berbeda untuk membandingkan kompetitor
Jika kamu mengecek DA websitemu dengan Moz tapi mengecek DA kompetitor dengan tools lain yang mengklaim menampilkan DA hasilnya tidak akan sebanding.
Selalu gunakan tools yang sama untuk semua website yang dibandingkan dalam satu analisis.
5. Tidak mempertimbangkan spam score
Moz menyediakan metrik tambahan bernama “Spam Score” yang menunjukkan berapa persen profil backlink sebuah website yang terlihat mencurigakan.
Website dengan DA 50 tapi Spam Score 85% justru berbahaya untuk dimintai backlink karena Google bisa mengasosiasikan website kamu dengan spam.
Selalu cek Spam Score bersamaan dengan DA.
Metrik Mana yang Dipakai untuk Situasi Apa?
1. Mengevaluasi website untuk link building
Gunakan DR + Traffic Organik Aktual (primer) → DA sebagai cross-check → Spam Score dari Moz
Workflow yang disarankan:
- Cek DR di Ahrefs apakah di atas 30 untuk niche Indonesia?
- Cek traffic organik di Ahrefs atau Semrush apakah ada traffic nyata?
- Cek Spam Score di Moz apakah di bawah 30%?
- Cek relevansi konten secara manual apakah topiknya relevan dengan website kamu?
Jika semua positif → layak dikejar untuk backlink
2. Menganalisis kompetitor SEO
Gunakan DA (untuk perbandingan posisi relatif) + AS dari Semrush (untuk gambaran holistik)
DA Moz bagus untuk benchmark kompetitor karena skalanya lebih dikenal luas.
AS Semrush bagus untuk memahami mengapa kompetitor dengan DA serupa bisa ranking lebih tinggi mungkin karena traffic organiknya yang lebih baik.
3. Memantau pertumbuhan website sendiri
Gunakan DR (untuk tracking pertumbuhan profil backlink) + Traffic organik aktual dari GSC
DR adalah yang paling responsif terhadap aktivitas link building naik atau turun mengikuti perubahan profil backlink.
Kombinasikan dengan data traffic dari Google Search Console untuk melihat apakah pertumbuhan DR benar-benar diterjemahkan ke pertumbuhan traffic.
4. Melaporkan kemajuan SEO ke klien atau atasan
Gunakan DA (paling dikenal) + Traffic organik dari GSC (paling akurat)
DA adalah metrik yang paling familiar di luar komunitas SEO.
Tapi selalu sertakan data traffic organik aktual sebagai angka yang lebih konkret dan sulit dibantah.
Kesimpulan
DA, DR, dan AS adalah tiga alat yang berbeda untuk pekerjaan yang berbeda bukan tiga cara berbeda untuk mengukur hal yang sama.
Memahami perbedaan ini adalah yang memisahkan praktisi SEO yang membuat keputusan berbasis data dari yang sekadar mengejar angka.
Untuk website yang baru memulai di Indonesia, panduan sederhananya:
- Gunakan DR saat mengevaluasi peluang link building
- Gunakan DA saat membandingkan posisi kamu dengan kompetitor
- Selalu cek traffic organik aktual sebagai filter tambahan
- Ingat selalu: ketiganya bukan metrik Google. Traffic organik nyata dari Google Search Console adalah satu-satunya metrik yang benar-benar mencerminkan apa yang Google pikirkan tentang website kamu
Kalau kamu ingin diskusi lebih dalam tentang cara menganalisis profil backlink dan otoritas website sebagai bagian dari strategi SEO yang komprehensif, konsultasi gratis 30 menit tersedia via WhatsApp.
Referensi :
- Content Workshop : Domain Authority vs. Domain Rating vs. Authority Score
- Ahrefs : What Is Domain Rating (DR)?
- LinkGraph : Domain Rating vs. Domain Authority Explained
- Search Atlas : Domain Rating vs. Domain Authority: What’s the Difference?





