Cara Melakukan SEO Audit Website Sendiri dalam 60 Menit

Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan oleh SEO Specialist adalah melakukan audit website dari aktivitas SEO yang dikerjakan.

Karena terkadang traffic tidak bertambah itu bukan karena kontennya yang jelek, tapi mungkin ada masalah yang belum terdeteksi.

Menurut data dari 6Smarketers (2026) yang mengutip Semrush Website Health Benchmark Report 2025, 72% website memiliki setidaknya satu masalah technical SEO kritis yang secara langsung memengaruhi crawlability, indexasi, dan visibilitas pencarian.

Dan menurut Backlinko (2025), optimasi teknikal yang benar meningkatkan organic traffic rata-rata 30% bukan dari konten baru, tapi dari memperbaiki apa yang sudah ada.

Dari data dan sumber diatas, sebagai orang yang bekerja untuk optimasi website bisa melakukan audit dengan cara yang akan saya jelaskan dibawah ini.

Cara Pertama adalah Siapkan Tools Gratis Ini

Kamu tidak perlu berlangganan tools SEO mahal untuk audit dasar yang komprehensif. Berikut yang dibutuhkan semuanya gratis:

ToolsFungsiAkses
Google Search ConsoleData indexing, query, Core Web Vitals, errorssearch.google.com/search-console
Google Analytics 4Data traffic, engagement, konversianalytics.google.com
PageSpeed InsightsSkor kecepatan dan Core Web Vitals per URLpagespeed.web.dev
Google Rich Results TestValidasi schema markupsearch.google.com/test/rich-results
Screaming Frog (free, 500 URL)Crawl website untuk temukan error teknikalscreamingfrog.co.uk
Ahrefs Webmaster Tools (free)Analisis backlink dan health checkahrefs.com/webmaster-tools

Jika website kamu kurang dari 500 halaman, kombinasi GSC + PageSpeed Insights + Screaming Frog free sudah cukup untuk audit yang solid.

Namun jika kamu mengelola website yang besar, maka perlu banget untuk menggunakan tools yang berbayar agar auditnya lebih tepat.

6 Area yang Harus Diaudit

Audit SEO setidaknya yang biasa saya kerjakan adalah di 6 area ini.

1. Indexing & Crawlability

Ini adalah titik paling fundamental sebelum Google bisa meranking konten kamu, dia harus bisa menemukannya dan mengindeksnya.

Menurut Dotinacademy (2026), memverifikasi status indexing adalah langkah pertama yang wajib dalam setiap audit SEO.

a. Cek Status Indexing di GSC

Sumber Screenshot dari GSC BDLRQB

Buka Google Search Console, kemudian masuk ke menu Pages (di bawah menu Indexing).

Kamu akan melihat dua kategori utama yaitu “Indexed” atau halaman yang sudah masuk database Google. Catat angkanya.

Kemudian yang kedua adalah “Not Indexed” yaitu halaman yang belum atau sengaja tidak diindeks.

Klik setiap alasan untuk melihat halaman mana yang terdampak:

  • “Crawled – currently not indexed” : Google sudah kunjungi tapi memilih tidak mengindeks. Sinyal konten dianggap berkualitas rendah, tipis, atau duplikat. Ini masalah serius.
  • “Discovered – currently not indexed” : Google belum sempat mengunjungi. Bisa karena crawl budget terbatas atau URL baru.
  • “Duplicate, Google chose different canonical” : ada masalah canonical tag yang perlu dicek.
  • “Excluded by ‘noindex’ tag” : ini mungkin disengaja. Verifikasi satu per satu.
  • “Blocked by robots.txt” : pastikan tidak ada halaman penting yang terblokir.

Yang perlu dicatat berapa halaman yang harusnya terindeks tapi tidak? Ini menjadi prioritas perbaikan utama.

b. Verifikasi dengan Operator Search

Screenshot untuk melihat jumlah halaman yang terindeks (Screenshot)

Ketik site:websitemu.com di Google.

Jumlah hasil yang muncul adalah perkiraan kasar jumlah halaman yang terindeks.

Bandingkan dengan angka di GSC jika selisihnya sangat besar, ada masalah yang perlu diinvestigasi.

c. Cek robots.txt

Ketik websitemu.com/robots.txt di browser. Pastikan:

  • Tidak ada blokir pada folder atau file yang harusnya bisa di-crawl Google
  • Sitemap URL sudah terdaftar di bagian bawah
  • Tidak ada Disallow: / yang memblokir seluruh website

2. Technical SEO & Kecepatan

a. Core Web Vitals di GSC

Core Web Vitals sumber Screenshot

Buka GSC → Core Web Vitals (di bawah menu Experience). Kamu akan melihat laporan terpisah untuk mobile dan desktop.

Yang perlu dicatat:

  • Berapa halaman dalam status “Poor”? Ini prioritas tertinggi.
  • Berapa halaman dalam status “Needs Improvement”?
  • Apakah masalah lebih banyak di mobile atau desktop?

Klik setiap grup masalah untuk melihat halaman mana yang terdampak — dan apa spesifik masalahnya (LCP, INP, atau CLS).

b. PageSpeed Insights untuk Halaman Kritis

Tampilan Screenshot Page Speed Insight

Buka PageSpeed Insights dan masukkan tiga URL terpenting di website kamu:

  1. Homepage
  2. Artikel atau halaman dengan traffic tertinggi
  3. Halaman layanan atau halaman konversi utama

Target yang harus dicapai: skor 70+ di mobile dan 90+ di desktop. Catat skor yang ada sekarang sebagai baseline.

Scroll ke bagian “Opportunities” dan “Diagnostics” — ini adalah daftar perbaikan spesifik yang direkomendasikan Google, diurutkan berdasarkan estimasi waktu yang bisa dihemat.

c. Cek HTTPS dan Security

  • Ketik http://websitemu.com di browser apakah otomatis redirect ke HTTPS?
  • Klik ikon gembok di address bar apakah sertifikat SSL valid dan tidak expired?
  • Di GSC, cek Security Issues apakah ada peringatan malware atau hacked content?

3. On-Page Optimization

Ini adalah area yang paling banyak memakan waktu tapi juga tempat ditemukannya banyak “quick wins” — masalah yang mudah diperbaiki dan langsung berdampak.

a. Crawl Website dengan Screaming Frog

Buka Screaming Frog kemudian masukkan domain lalu klik Start.

Tunggu hingga crawl selesai (untuk website di bawah 500 halaman biasanya 2–5 menit).

Setelah selesai, cek tab-tab berikut secara berurutan:

Tab Response Codes:

Screenshot Screaming Frog
  • Filter ke 4XX, ini adalah halaman 404 (broken links). Catat semua URL yang error.
  • Filter ke 3XX, ini adalah redirect. Apakah ada redirect chain (A → B → C)? Idealnya semua redirect langsung dari sumber ke tujuan akhir.

Tab Page Titles:

Contoh Screenshot untuk Melihat Title yang kepanjangan, kurang panjang dan seterusnya di Screaming Frog Tools
  • Klik kolom “Length” untuk sort berdasarkan panjang
  • Missing halaman tanpa title tag. Ini masalah serius, perbaiki segera.
  • Over 60 chars, title terlalu panjang, akan terpotong di SERP.
  • Below 30 chars, title terlalu pendek, tidak memanfaatkan space yang tersedia.
  • Duplicate, dua atau lebih halaman dengan title yang sama. Ini masalah serius untuk konten duplikat.

Tab Meta Description:

  • Sama seperti title, cari yang Missing, Duplicate, Over 160 chars, dan Below 70 chars.

Tab H1:

  • Missing H1 : halaman tanpa heading H1. Ini harus ada di setiap halaman konten.
  • Multiple H1 : lebih dari satu H1 di satu halaman.
  • Duplicate H1 : nilai H1 yang sama di banyak halaman.

Tab Images:

  • Filter ke Missing Alt Text : semua gambar tanpa alt text. Ini peluang optimasi yang mudah.

b. Analisis Keyword Performance di GSC

Buka GSC lalu pilih Performance dan lihat Search Results.

Filter ke 28 hari terakhir dan lakukan dua analisis:

Analisa Low-hanging fruit

Cek berdasarkan dari impressions tertinggi dengan CTR dibawah 2%

Klik tab “Pages” cek sort berdasarkan Impressions dari tertinggi ke terendah.

Identifikasi halaman dengan impressi tinggi tapi CTR rendah (di bawah 2%).

Ini adalah halaman yang Google sudah menganggap relevan untuk ditampilkan, tapi judul atau meta description-nya belum menarik cukup klik.

Analisis Keyword di posisi 8–20

Klik tab “Queries” lalu tambahkan filter Position antara 8–20.

Ini adalah keyword yang sudah hampir di halaman 1, kamu bisa lakukan dengan sedikit optimasi, agar bisa naik ke posisi 1–7 dan mendatangkan jauh lebih banyak traffic.

Catat: keyword mana dan URL mana yang paling potensial.

c. Cek Internal Link

Di Screaming Frog, buka tab Bulk Export lalu pilih All Inlinks. Ini menampilkan semua internal link di website.

Yang perlu dicari:

  • Halaman penting (layanan, case study) yang hanya mendapat 0–2 internal link, ini “orphan” atau hampir orphan, perlu ditambahkan link dari halaman lain
  • Halaman dengan banyak internal link tapi bukan halaman yang paling strategis

4. Konten & Topical Authority

a. Identifikasi Konten Tipis

Di Screaming Frog, buka tab Content kemudian lihat kolom “Word Count”.

Filter ke halaman dengan word count di bawah 300 kata yang seharusnya berisi konten substantif (bukan halaman kontak, about singkat, dll).

Menurut Red Rattler Creative (2026), konten tipis adalah salah satu masalah yang paling sering diabaikan tapi paling berdampak Google menginginkan konten yang benar-benar menjawab pertanyaan pengguna secara komprehensif.

b. Audit Konten Duplikat

Cari konten yang terlalu mirip antara halaman satu dengan lainnya.

Screaming Frog menyediakan tab Duplicate Content yang menandai halaman dengan konten identik atau sangat mirip.

Yang perlu diperhatikan khusus untuk WordPress:

  • Apakah ada halaman arsip tanggal yang terindeks (misalnya /2024/01/)? Ini biasanya duplikat dari halaman lain.
  • Apakah ada halaman tag yang kontennya sangat tipis dan tidak memiliki nilai unik?
  • Apakah ada halaman author yang terindeks dengan konten minimal?

Solusi bisa tambahkan tag noindex pada halaman-halaman ini melalui plugin SEO.

c. Cek Topical Coverage di GA4

Buka GA4 pilih menu Reports cek bagian Engagement lalu Pages and screens. Sort berdasarkan Views.

Pertanyaan yang perlu dijawab apakah halaman yang paling banyak dikunjungi secara organik selaras dengan topik inti yang ingin kamu jadikan expertise?

Jika konten yang paling banyak dikunjungi sama sekali tidak relevan dengan layanan inti, ada gap antara konten yang diproduksi dan konten yang dibutuhkan untuk membangun topical authority.

5. Backlink & Off-Page

a. Audit Profil Backlink di Ahrefs Webmaster Tools

Daftar dan verifikasi website kamu di Ahrefs Webmaster Tools (gratis).

Setelah verifikasi, buka Site Explorer untuk websitemu.

Yang perlu dicek:

Backlink Overview:

  • Berapa jumlah referring domains? Ini lebih penting dari jumlah total backlink.
  • Bagaimana tren referring domains dari waktu ke waktu apakah naik, turun, atau stagnan?

Anchors:

  • Apakah ada pola anchor text yang tidak natural? Misalnya, 80% backlink menggunakan exact match keyword yang sama ini bisa jadi red flag.

Lost Backlinks:

  • Apakah ada backlink berkualitas yang baru-baru ini hilang? Ini bisa berkontribusi pada penurunan traffic.

Broken Backlinks:

  • Apakah ada backlink yang mengarah ke halaman 404 di websitemu? Ini adalah backlink yang terbuang sia-sia buat redirect 301 ke halaman yang relevan untuk memulihkan nilainya.

b. Cek Manual Actions dan Penalti

Kembali ke Google Search Console pilih menu Security & Manual Actions kemudian cek Manual Actions.

Jika ada manual action yang tercatat, ini adalah prioritas mutlak yang harus diselesaikan sebelum hal lain apapun.

Manual action berarti tim Google secara eksplisit menilai website kamu melanggar Webmaster Guidelines.

6. UX & Mobile

a. Mobile Usability di GSC

Buka GSC kemudian cek Mobile Usability (di bawah Experience).

Masalah yang paling umum ditemukan:

  • “Clickable elements too close together” untuk melihat tombol atau link terlalu berdekatan sehingga sulit di-tap di layar kecil
  • “Text too small to read” untuk meliihat font terlalu kecil untuk dibaca di mobile tanpa zoom
  • “Viewport not set” untuk melihat website tidak responsif, meta viewport belum dikonfigurasi
  • “Content wider than screen” untuk melihat elemen horizontal yang melebihi lebar layar mobile

b. Cek Manual di Mobile

Buka beberapa halaman penting website kamu dari HP kamu sendiri.

Ini adalah tes paling jujur.

Yang perlu dirasakan secara langsung:

  • Seberapa cepat halaman loading dari koneksi 4G biasa?
  • Apakah tombol CTA mudah ditemukan dan diklik dengan jempol?
  • Apakah teks cukup besar untuk dibaca tanpa zoom?
  • Apakah ada elemen yang tumpang tindih atau tidak tampil dengan benar?

Cara Memprioritaskan Perbaikan

Setelah 60 menit audit, kamu kemungkinan punya daftar masalah yang cukup panjang. Tidak semuanya perlu diperbaiki sekarang namun bisa dibagi ke beberapa tahap berikut ini.

Prioritas 1 : Perbaiki Masalah Kritis

Masalah yang langsung menghalangi Google dari mengindeks atau meranking halaman:

  • Halaman penting yang di-noindex tanpa sengaja
  • robots.txt yang memblokir folder kritis
  • Manual action dari Google
  • Security issues (malware, hacked content)
  • Website tidak redirect ke HTTPS
  • Halaman penting yang menghasilkan 404

Prioritas 2 : Perbaiki yang Punya Dampak Tinggi

Masalah yang secara signifikan memengaruhi performa tapi tidak menghalangi indexing:

  • Halaman “Crawled – currently not indexed” dalam jumlah besar
  • Title tag missing atau duplicate
  • Core Web Vitals dalam status “Poor” untuk halaman utama
  • Broken backlinks yang mengarah ke 404 (pasang 301 redirect)
  • Konten tipis di halaman yang penting

Prioritas 3 Perbaiki Dalam 1 Bulan (Optimasi Progresif)

Optimasi yang meningkatkan performa secara bertahap:

  • Meta description missing atau tidak optimal
  • Alt text gambar yang belum diisi
  • Internal link ke halaman penting yang kurang
  • Halaman dengan impressi tinggi tapi CTR rendah (perbaiki title/meta)
  • Keyword di posisi 8–20 yang perlu ditingkatkan

Prioritas 4 Perbaiki Secara Bertahap (Pemeliharaan)

  • Konten lama yang perlu di-refresh
  • Arsip dan tag WordPress yang perlu di-noindex
  • Optimasi PageSpeed untuk halaman sekunder
  • Pengembangan topical coverage

Kesimpulan

SEO audit bukan pekerjaan yang perlu menakutkan atau membutuhkan keahlian teknikal yang tinggi.

Dengan kombinasi Google Search Console, PageSpeed Insights, dan Screaming Frog versi gratis, kamu bisa mengidentifikasi sebagian besar masalah yang selama ini mungkin menghambat performa website tanpa disadari.

Kalau setelah audit kamu menemukan masalah yang memerlukan perbaikan teknikal yang di luar kemampuan kamu, atau ingin second opinion dari praktisi yang sudah mengaudit puluhan website, konsultasi gratis 30 menit tersedia via WhatsApp.

Atau kalau kamu mau dibantu audit bisa gunakan Jasa SEO Profesional dari saya.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Let’s Work Together!

Mau kenalan lebih jauh dengan saya? Atau ingin bekerjasama? Langsung yuk isi ini dulu.

WhatsApp

+6281232867866

Email

roqibads2012@gmail.com

Adress

Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang