Perbedaan DoFollow dan NoFollow Link: Mana yang Penting?

perbedaan dofollow dan nofollow (1)

Backlink adalah salah satu teknik yang masih digunakan, namun dalam backlink terdapat dua jenis yaitu dofollow dan nofollow.

Kedua jenis tersebut punya kegunaan dan fungsinya masing-masing.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak artikel berikut ini.

Apa Itu DoFollow dan NoFollow Link?

Setiap hyperlink di internet pada dasarnya membawa dua hal tujuan (URL yang dituju) dan instruksi kepada mesin pencari tentang bagaimana memperlakukan link tersebut.

Instruksi inilah yang membedakan dofollow dan nofollow.

1. DoFollow link

Dofollow adalah tautan standar tanpa atribut rel khusus.

Ketika mesin pencari seperti Google menemukan link dofollow, ia mengikuti tautan tersebut, mengindeks halaman tujuan, dan meneruskan link equity (sering disebut “link juice”) dari halaman asal ke halaman tujuan.

Link equity ini berkontribusi pada otoritas dan ranking halaman yang dituju.

Secara teknis, link dofollow tidak memerlukan kode khusus apa pun ini adalah kondisi default semua hyperlink:

<a href="https://contoh.com">Ini link dofollow</a>

2. NoFollow link

adalah tautan yang ditambahkan atribut rel="nofollow" sebuah instruksi kepada mesin pencari untuk tidak meneruskan link equity ke halaman tujuan.

Secara historis, ini berarti link tersebut tidak berkontribusi pada ranking halaman yang dituju.

<a href="https://contoh.com" rel="nofollow">Ini link nofollow</a>

Atribut nofollow diperkenalkan pada 2005 sebagai hasil kolaborasi antara Google, Yahoo, dan Microsoft untuk memerangi spam komentar.

Awalnya, menambahkan rel=”nofollow” menginstruksikan mesin pencari untuk tidak mengikuti link atau meneruskan nilai ranking melaluinya.

Tiga Atribut Link yang Wajib Diketahui

Sejak 2019, Google memperkenalkan dua atribut baru yang melengkapi nofollow.

Di 2026, memahami ketiga atribut ini adalah keharusan bagi siapa pun yang serius dengan SEO:

1. rel="nofollow"

Digunakan ketika kamu menautkan ke halaman yang tidak ingin kamu endorsi secara eksplisit, tapi juga bukan link berbayar atau konten buatan pengguna.

Contoh penggunaan yang tepat link ke kompetitor yang disebutkan sebagai perbandingan, link ke sumber yang kamu kutip tapi tidak sepenuhnya setujui, atau link ke halaman yang relevan tapi tidak ingin kamu berikan “suara” SEO.

2. rel="sponsored"

Gunakan rel=”sponsored” pada link afiliasi dan berbayar, rel=”ugc” pada konten buatan pengguna (WordPress melakukan ini secara otomatis pada komentar), rel=”nofollow” untuk link kompetitor atau sumber yang tidak ingin kamu endorsi, dan biarkan link editorial keluar serta semua link internal tanpa atribut rel.

rel="sponsored" diperkenalkan Google sebagai cara yang lebih spesifik untuk mengidentifikasi link berbayar, menggantikan penggunaan nofollow untuk tujuan ini.

Lebih dari sekadar SEO, ini juga berkaitan dengan kepatuhan regulasi FTC untuk pengungkapan konten berbayar.

3. rel="ugc"

UGC (User Generated Content) digunakan pada link yang berasal dari konten yang dibuat pengguna komentar blog, forum, ulasan, dan sejenisnya.

WordPress secara otomatis menambahkan rel="ugc" pada link di komentar sejak versi 5.3.

Semua tiga atribut kini diperlakukan sebagai “hints” oleh Google, bukan direktif ketat.

Ini berarti algoritma Google mungkin tetap mempertimbangkan link-link ini saat membangun pemahamannya tentang web, bahkan ketika atribut-atribut tersebut ada.

Beberapa nilai rel dapat digabungkan dalam satu link, misalnya rel=”ugc sponsored”.

Fakta AI Search Memperlakukan NoFollow Hampir Sama dengan DoFollow

Ini adalah temuan terbaru yang mengubah perspektif tentang nilai nofollow link secara fundamental.

Sebuah studi Semrush 2025 terhadap 1.000 domain menemukan koefisien korelasi Pearson sebesar 0,340 (nofollow) versus 0,334 (dofollow) dengan visibilitas AI search artinya ChatGPT, Perplexity, Claude, dan Google AI Overviews memperlakukan keduanya sebagai sinyal yang hampir identik.

Implikasi ini sangat penting di era pencarian berbasis AI yang terus tumbuh membangun hanya dofollow link dan mengabaikan nofollow link berarti kamu melewatkan peluang visibilitas yang signifikan di platform AI search.

Untuk memahami bagaimana perubahan AI search mempengaruhi strategi SEO secara keseluruhan, baca artikel strategi baru SEO di era AI Overview Google yang membahas pergeseran paradigma ini lebih mendalam.

Apakah NoFollow Link Masih Berguna?

Berdasarkan pemahaman terbaru tentang model “hint” Google, nofollow link tetap memberikan nilai dalam beberapa cara:

1. Brand mention dan brand signal

Ketika situs otoritatif menyebut nama brand atau website kamu meski dengan nofollow Google menggunakan ini sebagai sinyal kepercayaan dan relevansi topik.

Konsistensi brand mention dari berbagai sumber membangun apa yang disebut “topical authority” secara tidak langsung.

2. Diversifikasi profil backlink

Profil backlink yang 100% dofollow terlihat tidak natural bagi Google.

Kombinasi dofollow dan nofollow yang proporsional justru menandakan link building yang organik dan tidak dimanipulasi.

3. Traffic referral langsung

NoFollow link dari situs dengan traffic besar seperti artikel di media berita, direktori bisnis populer, atau komunitas online tetap mendatangkan pengunjung nyata ke website kamu, terlepas dari nilai SEO-nya.

4. Peluang indexing

Google mungkin masih melakukan crawl pada link nofollow, mengikutinya, dan menggunakannya untuk konteks dan sinyal ranking terutama jika sumber link tersebut memiliki otoritas tinggi.

Cara Mengecek Apakah Sebuah Link DoFollow atau NoFollow

Sebelum membangun backlink dari sebuah situs, kamu perlu tahu apakah link yang akan kamu dapatkan adalah dofollow atau nofollow. Berikut tiga cara mengeceknya:

1. Inspect Element di Browser

  1. Klik kanan pada link yang ingin dicek
  2. Pilih “Inspect” atau “Inspect Element”
  3. Lihat kode HTML pada tag <a> — jika ada rel="nofollow", itu nofollow link. Jika tidak ada atribut rel, itu dofollow.

2. Ekstensi Browser

Ekstensi seperti NoFollow (tersedia di Chrome) akan secara otomatis menyorot semua nofollow link di halaman dengan warna berbeda, sehingga kamu bisa langsung melihat distribusi dofollow vs nofollow di satu halaman.

3. Tools SEO

Ahrefs, Semrush, dan Moz menampilkan informasi dofollow/nofollow untuk setiap backlink yang masuk ke website kamu di laporan backlink mereka. Ini cara paling efisien untuk mengaudit keseluruhan profil backlink.

Jika kamu ingin memahami cara membaca laporan backlink secara menyeluruh untuk menganalisis performa SEO website, baca panduan perbedaan DA, DR, dan Page Authority serta cara meningkatkannya yang membahas metrik-metrik otoritas domain secara lengkap.

Strategi Link Building yang Tepat

Memahami dofollow vs nofollow hanyalah satu bagian dari strategi link building yang lebih besar.

Berikut prinsip-prinsip yang tetap relevan di 2026:

1. Kualitas Jauh Lebih Penting dari Kuantitas

Google March 2024 Core Update semakin mengintegrasikan sistem Helpful Content ke dalam ranking inti dan memberikan bobot lebih sedikit pada kuantitas link dibanding kualitas dan relevansi.

Update ini juga memperkenalkan kebijakan spam baru yang menarget penyalahgunaan konten massal, penyalahgunaan reputasi situs, dan penyalahgunaan domain kadaluarsa semua taktik yang umum dieksploitasi melalui link building.

2. Relevansi Topik Adalah Faktor Baru yang Semakin Krusial

Satu dofollow link dari situs yang sangat relevan secara topik nilainya jauh lebih tinggi dari puluhan dofollow link dari situs yang tidak relevan.

Google semakin pintar menilai konteks link, bukan hanya atributnya.

3. Bangun Backlink Alami Melalui Konten Berkualitas

Link building di 2026 adalah tentang mendapatkan editorial link yang genuine melalui keahlian, riset orisinal, dan konten yang otoritatif.

4. Jangan Abaikan Nofollow Link dari Sumber Otoritatif

Link dari Wikipedia, media berita besar, atau situs otoritatif di niche kamu meski nofollow tetap memberikan nilai brand signal dan kemungkinan dipertimbangkan Google sebagai hint positif.

Untuk memahami strategi membangun backlink secara menyeluruh dari identifikasi target hingga outreach baca panduan cara melakukan link building yang benar untuk SEO yang membahas berbagai teknik yang masih efektif di 2026.

Butuh Strategi Link Building yang Tepat Sasaran?

Memahami dofollow dan nofollow adalah fondasi, tapi strategi link building yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar memilih jenis link yang dikejar.

Kamu perlu mengidentifikasi situs target yang relevan, menyusun pendekatan outreach yang tepat, memantau pertumbuhan backlink, dan memastikan tidak ada backlink toxic yang merusak profil link kamu.

Jika kamu ingin membangun profil backlink yang sehat dan berdampak nyata pada ranking website bisnis kamu, Abdul Roqib sebagai konsultan SEO profesional siap membantu mulai dari audit profil backlink yang ada hingga eksekusi strategi link building yang sesuai dengan niche dan target pasar kamu.

Konsultasi gratis di halaman layanan SEO dan mulai bangun profil backlink yang mendorong ranking website kamu secara berkelanjutan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Let’s Work Together!

Mau kenalan lebih jauh dengan saya? Atau ingin bekerjasama? Langsung yuk isi ini dulu.

WhatsApp

+6281232867866

Email

roqibads2012@gmail.com

Adress

Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang

Dapatkan Harga Promo Hari Ini!