Salah satu pencapaian lembaga filantropi atau yayasan kemanusiaan yang fokusnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan adalah dengan mengoptimalkan donasi yang masuk.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan mengelola website agar bisa mendapatkan traffic gratis di Search Engine, dan menggabungkan dengan strategi funneling untuk membuat yang awalnya membaca menjadi donatur.
Dan yah, aku pernah melakukannya.
Lembaga tidak aku sebutin, karena ini berkaitan dengan kerahasiaan identitas lembaga tersebut.
Tapi tenang, ada beberapa data yang bisa aku kasih buat menjadi pembelajaran untuk kita semua tentang bagaimana mengelola website dan strategi SEO yang efektif bukan hanya traffic masuk tapi juga conversion (donasi).
Alasan Kenapa Lembaga Filantropi Harus Pakai SEO?
Banyak lembaga filantropi masih mengandalkan cara untuk menjangkau calon donatur, seperti event offline, iklan media sosial, atau email marketing.
Salah nggak?
Nggak salah dan nggak ada yang menyalahkan.
Tapi tahukah kamu kalau sebagian besar orang sekarang mulai mencari informasi melalui Google sebelum berdonasi?
Misalnya gini!
Si A, mau zakat, tapi dia nggak tau caranya gimana, dan menyalurkan kemana.
Si A kemudian nyari di google dengan keyword “cara berzakat”, “dimana menyalurkan zakat”, dan lain-lain.
Pada saat itu, kalau mereka tidak menemukan website lembaga, yah mereka bakal ke lembaga orang lain.
Maka dari itu, salah satu cara untuk menaikan visibilitas website adalah menarik lebih banyak pelanggan dari Google Search menggunakan SEO (Search Engine Optimization)
Melansir dari MarketingOnline.id, seseorang yang melakukan pencarian di Google per detiknya adalah 81.000 orang.
Dengan total pencarian harian lebih dari 7 miliar.
Tentu dengan banyaknya orang yang search, website lembaga mu bisa lebih banyak pengunjung dari Google.
Lalu sebenarnya apa saja alasannya?
SEO adalah cara yang paling natural dan konsisten untuk mendapatkan perhatian mereka.
Ketika website lembaga muncul di hasil pencarian saat orang mencari “cara berdonasi untuk anak yatim”, atau “program wakaf terbaik”, maka kemungkinan mereka klik dan baca sangat besar.
Inilah mengapa strategi SEO menjadi penting: karena bisa membawa pengunjung yang memang punya niat membantu.
Berbeda dengan iklan berbayar yang butuh biaya terus-menerus.
SEO membangun pondasi jangka panjang.
Konten yang kamu buat hari ini bisa terus mendatangkan traffic selama bertahun-tahun, asal dikelola dengan baik.
Case Studies
Mari kita lihat beberapa studi kasus yang pernah aku kelola, terutama pada lembaga yang belum atau baru mulai menerapkan strategi SEO.
Dan aku tekankan sekali lagi ya…
Ini mungkin bekerja dengan baik di website ini, tapi mungkin nggak bekerja di website kamu.
Dan terakhir, data yang saya terima berasal dari pihak ketiga, jadi mungkin akan ada banyak data yang tidak aku tampilin.
1. Performa Website Tidak Stabil, dan Sedikit Orang yang Klik Website
Salah satu masalah umum yang dihadapi banyak lembaga adalah website yang traffic-nya stagnan, bahkan turun drastis.
Konten sudah banyak, tapi tetap sepi pengunjung.
Ini terjadi karena konten tidak dioptimasi dengan keyword yang dicari orang, struktur websitenya tidak ramah SEO, dan tidak ada strategi yang bagus.
Dan dalam kasus lembaga ini, mereka tidak melakukan optimasi dengan baik, atau hanya sekedar punya website, bikin konten ala kadarnya dan selesai..
Misalnya gini.

Yang mana jika kita lihat, struktur kontennya ala kadarnya, dan keywordnya tidak teroptimasi dengan baik.
Hingga pada akhirnya trafficnya hanya berhenti sampai di angka ini.

Padahal, jika dikelola dengan baik bakal bantu mendapatkan traffic lebih banyak.
2. Melakukan Proses Audit
Sebelum memperbaiki sesuatu, tentu harus tahu dulu apa yang salah.
Di sinilah pentingnya audit website.
Audit yang aku lakukan mencakup beberapa bagian penting diantaranya :
- Audit Konten
Apakah konten yang sudah ditulis sesuai dengan apa yang dicari orang?
Apakah judulnya menarik?
Apakah strukturnya jelas?
Kadang konten sudah bagus tapi tidak ditemukan karena tidak relevan secara keyword.
Ini yang dialami oleh lembaga yang aku bantu optimasi.
Kalau kita melihat dari images diatas, ada banyak hal yang harus diperbaiki dari sisi kontennya.
- Audit Technical
Selain konten, aku juga melakukan audit technical. Ini berkaitan dengan user experience dan optimasi untuk google.
Apakah websitenya cepat dibuka?
Apakah mobile-friendly?
Apakah ada broken link?
Apakah halaman-halaman penting tidak terindex?
Apakah ada duplicate konten?
Dan lain-lain.
Jawaban apa?
Yah setelah melakukan beberapa step audit, aku menemukan berbagai masalah
Diantaranya duplicate.
Dimana ada 2 lebih url yang isinya sama dan semuanya di index oleh Google.
Gimana tuh?
Jadi https://domain.com dan https://domain.com/
Sama https://www.domain.com/ dan https://domain.com/
Dari contoh diatas, ada beberapa kemiripan yang semuanya saling di index oleh Google.
Yang satu pakek (/) yang satu tidak pakek.
Yang satu pakek www yang satu tidak pakek.
Kenapa ini bahaya?
Karena jika dalam 1 website ada 2 url yang isinya 100% sama itu termasuk duplicate pages dan berbahaya buat si website nya.
Lalu apa yang aku lakuin?
Sederhananya menyederhanakan semua halamanya.
Memilih url mana yang mau di pakai, apakah pakai www, atau pakai (/) atau pakai mana?
Kemudian bekerjasama dengan tim IT untuk melakukan redirect 301 ke url yang diinginkan.
Sebenarnya ada banyak lagi, tapi next ya di tulis di konten yang berbeda biar nggak kebanyakan di paragraf ini.
Hal-hal teknis ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada ranking di Google.
- Audit Backlink
Backlink adalah link dari website lain ke websitemu.
Backlink bisa jadi salah satu cara Google melihat kredibilitas website kamu.
Audit backlink membantu tahu kualitas dan jumlah backlink yang dimiliki, lalu strategi apa yang harus dilakukan kedepannya.
Dan memang awalnya karena tidak teroptimasi dengan baik, tidak ada strategi khusus buat naikin kredibilitas website ini.
Lalu apa yang aku lakuin?
- Membuat konten yang bisa jadi rujukan website lain.
- Kolaborasi dengan PR Digital agar banyak berita yang masuk ke kanal berita manapun.
- Kolaborasi dengan beberapa blogger untuk ngasih link ke website lembaga.
- Dan lain-lain.
Nanti strateginya, aku tulis di konten lain juga yaaa…..
Kalau mau baca bisa masuk ke link ini -> Strategi Membangun Backlink.
3. Strategi
Setelah tahu masalahnya, selain beberapa yang sudah aku jelanis diatas ya, baru aku susun strategi SEO yang tepat.
Ini minus bagian technical nya ya…
Karena udah dibahas di poin sebelum ini..
Jadi untuk meningkatkan traffic dan donasi yang masuk, strategi yang aku lakuin diantaranya :
a. Riset Keyword
Langkah pertama adalah mengetahui apa yang dicari orang di Google terkait program donasi.
Ini adalah poin penting.
Kenapa?
Karena dengan mengetahui keyword yang sering dicari oleh user dalam hal ini adalah calon donatur, maka potensi mendapatkan organic traffic juga bakal lebih banyak.
Sederhananya, melakukan riset keyword ini aku coba cari tahu dulu siapa audiens ku..
Biasanya aku pakai cara gini.
[gambar riset audiens]
Karena menurutku, ini lebih spesifik dan langsung tau masalah yang sering mereka hadapi.
Contoh penerapannya gini :

Nah setelah itu aku bakal tau nih, rata-rata problem orang yang mau fidyah itu apa.
Baru dikembangkan dengan riset lebih mendalam menggunakan tools seperti Ahrefs atau Semrush.

b. Bedah Berdasarkan Search Intent
Setelah ketemu keyword potensialnya, baru aku bedah berdasarkan Search Intent.
Search Intent itu apa?
Search Intent itu adalah maksud dari pencarian.
Orang kan, ngetik di Google pasti punya maksud, entah itu mau cari informasi, atau lihat review, atau mau membeli sesuatu.
Nah aku bedah berdasarkan maksudnya.
Search Intent itu dibagi jadi 4, yaitu :
Informational : User mencari topik dengan maksud menambah informasi. Misalnya mereka ketik di Google dengan keyword “perbedaan yatim dan piatu”, “hukum membayar fidyah” dan lain-lain.
Navigational : User sudah tahu nama yang mau dituju, dan ingin masuk ke halaman tertentu. Misalnya “login facebook”, “donasi rumah zakat”, dan lain-lain.
Commercial : Mencari review atau sedang membandingkan. Misalnya “review smartphone terbaik 2025”.
Transactional : User berniat untuk melakukan pembelian. Misalnya “beli iphone 16 online”, “donasi online”, “bayar zakat online” dan lain-lain.
Aku bedah dengan mengelompokan melalui Google Spreadsheet. Contohnya gini :

Kalo kamu mau themplatenya, masuk ke sini aja “Template Research Keyword”.
c. Pengelompokan Keyword
Setelah dapat keyword, selanjutnya dikelompokkan berdasarkan tema.
Misal: keyword tentang zakat masuk ke halaman edukasi zakat, keyword tentang sedekah masuk ke program sedekah, dan seterusnya.
Ini untuk membangun topical authority bagi websitenya.
Atau sederhananya buat cluster topic berdasarkan industri.
Karena ini berkaitan dengan industri filantropi, maka bisa dibuat berdasarkan layanannya.
Garis besarnya bagi ke beberapa kelompok ide konten.
Misalnya :
Zakat dan turunannya
Wakaf dan turunannya
Sedekah dan turunannya
Dan lain-lain.
Untuk strateginya agar tercipta topical authority kamu bisa move ke poin setelah pembahasan ini.
Dengan membuat strategi yang matang seperti ini, aku bisa lebih tau apa saja yang harus aku buat dan konten mana yang bisa dijadikan sebagai pillar.
d. Optimasi Internal Link
Internal link membantu Google memahami struktur website dan juga membantu pengunjung menjelajahi konten lainnya.
Misalnya, dari artikel edukasi zakat bisa diarahkan ke halaman program zakat.
Tapi nggak selesai sampai disitu, aku buat lebih spesifik lagi.
Ini berkaitan dengan poin pembahasan di atas tentang topical authority.
Jadi, aku biasanya bakal milih satu pillar konten yang mana ada keyword-keyword sebagai pendukungnya.
Misalnya topik tentang zakat.
Maka gambarnya seperti ini :

Dan poin ini sebenarnya sangat berkaitan dengan poin sebelumnya.
e. Buat Alur yang Teroptimasi untuk Konversi
Di sini penting banget buat mikirin flow dari pengunjung jadi donatur.
Bahasan ini juga masih berkaitan dengan poin sebelumnya.
Kalo yang aku pakek, adalah membaca gimana kira-kira user akan beraktivitas di konten kita.
Nah gambaran besarnya kamu bisa lihat contoh dibawah ini :
- Pengunjung baca artikel → kenal lembaga → lihat program → tertarik bantu → klik tombol donasi.
- Atau: baca artikel → tertarik dengan ebook → isi form → masuk ke CRM → follow up → jadi donatur atau relawan.
Alur seperti diatas pasti yang kamu mau kan? Hehehe sama.
Nah sekarang tinggal pinter pinteran kita buat ngajak orang ngelakuin apa yang kita mau.
Disclaimer :
Ini adalah cara yang aku pakek dan berhasil di aku. Jadi aku nggak ngasih garansi ya kalo ini nggak bekerja di kamu.
Yang jelas, kamu perlu merhatiin siapa yang jadi real audiensmu berdasarkan dari campaign atau program yang kamu jalankan.
Itu poin pentingnya kalau kata aku sihh…..
4. Result
Setelah menerapkan strategi SEO secara konsisten, aku bantu lembaga yang berhasil meningkatkan performa websitenya secara signifikan.
Traffic tumbuh, donasi naik.
Traffic Bertambah dari yang Cuma Ratusan jadi Puluhan Ribu
Kalo belum yakin dengan buktinya, aku kasih sedikit screenshot results terjadi.

Diatas adalah hasil yang diterima. Yang awalnya mungkin hanya 200–300 pengunjung per bulan. Tapi setelah strategi SEO dijalankan, dalam waktu 3–6 bulan bisa naik ke ratusan ribu perbulan.
Dapetin Puluhan Juta dari Organik (SEO)
Bukan cuma traffic yang naik, tapi konversinya juga ikut meningkat.
Dengan optimasi CTA dan halaman donasi yang jelas, beberapa lembaga berhasil mendapatkan puluhan juta rupiah dari traffic organik saja.

Data Bertambah
Lebih banyak orang yang mengisi form, download ebook, atau subscribe newsletter.
Ini artinya database bertambah, dan bisa dikembangkan lewat email marketing atau campaign lainnya.
Menaikan donasi melalui organik traffic SEO di website adalah proses jangka panjang yang butuh konsistensi, riset, dan strategi yang tepat.
Namun, hasilnya sangat sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Bukan hanya menaikkan traffic, tapi juga membangun kepercayaan, kredibilitas, dan hubungan jangka panjang dengan calon donatur.
Daripada terus menerus mengandalkan iklan, SEO bisa jadi tulang punggung digital marketing yang hemat biaya dan lebih natural dalam menjangkau hati orang-orang yang ingin membantu.
Kalau kamu ingin lembagamu tumbuh dan dikenal lebih banyak orang tanpa menguras anggaran, SEO adalah pilihan terbaik yang bisa kamu mulai dari sekarang.

