Apa Itu Featured Snippet dan Cara Mendapatkannya di Google

featured snippet (2)

Sebagai seorang SEO Specialist, atau kamu yang baru belajar tentang Search Engine, pasti pernah mendengar tentang salah satu fitur dari Google yaitu Featured Snippet.

Fitur ini dikenal dengan ranking 0 atau berada di atas sendiri yang memungkinkan setiap website jika masuk ke fitur ini bisa lebih banyak dapat klik.

Untuk itu, akan saya bahas secara lengkap tentan Featured Snippet berikut ini.

Apa Itu Featured Snippet?

Featured snippet adalah potongan konten dari sebuah halaman web yang ditampilkan Google di bagian paling atas halaman hasil pencarian (SERP), tepat di atas hasil organik pertama.

Karena posisinya berada sebelum ranking #1, fitur ini sering disebut sebagai position zero atau posisi nol.

Google menampilkan featured snippet secara otomatis ketika algoritmanya menilai bahwa sebuah halaman web memiliki jawaban paling relevan dan langsung untuk pertanyaan pengguna tanpa memerlukan klik lebih lanjut untuk membaca jawabannya.

Berbeda dengan hasil pencarian biasa yang hanya menampilkan judul, URL, dan deskripsi singkat, featured snippet menampilkan jawaban dalam format yang lebih kaya, bisa berupa paragraf, daftar langkah-langkah, tabel, maupun video.

Mengapa Featured Snippet Penting untuk SEO?

Dari perspektif SEO, featured snippet bukan sekadar prestise namun menjadi peluang traffic yang besar. Beberapa data kunci yang perlu diketahui:

  • Halaman yang muncul di featured snippet memiliki rata-rata click-through rate (CTR) sebesar 42,9%, jauh lebih tinggi dibanding hasil organik #1 tanpa snippet yang berada di angka 39,8% (Sumber: AIOSEO, 2026).
  • Studi AWR mencatat bahwa featured snippet menghasilkan CTR rata-rata 20,36%, dibandingkan hanya 8,46% untuk hasil organik biasa di bawah kotak “People Also Ask”.
  • Sebesar 40,7% jawaban voice search diambil Google dari featured snippet, artinya optimasi snippet juga berarti optimasi untuk pencarian suara yang terus tumbuh (Sumber: AIOSEO, 2026).
  • Featured snippet kini muncul di sekitar 23,7% dari seluruh halaman hasil pencarian Google, meningkat dari 19,2% di tahun 2025 (Sumber: Semrush & BrightEdge via Amra & Elma, 2026).

Meski ada efek zero-click (pengguna mendapat jawaban langsung tanpa klik), kehadiran kontenmu di featured snippet tetap membangun authority brand dan trusted di mata calon pelanggan.

Bahkan tanpa klik, nama websitemu muncul di posisi paling menonjol di halaman pencarian Google.

Kalau kamu sedang menyusun strategi SEO yang lebih komprehensif, memahami featured snippet hanyalah satu bagian dari ekosistem optimasi.

Sebelumnya, pastikan kamu juga sudah memahami cara melakukan SEO audit website sendiri untuk mengidentifikasi peluang-peluang yang bisa langsung ditindaklanjuti.

4 Jenis Featured Snippet yang Paling Sering Muncul

Google menampilkan featured snippet dalam beberapa format tergantung pada jenis pertanyaan dan struktur konten yang dianggap paling relevan.

Berikut empat jenis utamanya:

1. Paragraph Snippet

Ilustrasi featured snippet untuk paragraf akan muncul di paling atas.

Ini adalah jenis yang paling umum karena sebanyak 70% dari seluruh featured snippet berbentuk paragraf pendek berisi sekitar 40–60 kata (atau sekitar 250 karakter) yang menjawab pertanyaan “apa itu”, “mengapa”, atau “bagaimana” secara langsung.

Paragraph snippet cocok untuk konten yang bersifat definitif atau informatif.

Misalnya, ketika seseorang mengetikkan “apa itu canonical tag di SEO”, Google mungkin menampilkan satu paragraf singkat dari halaman yang paling jelas menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk mendapatkan paragraf snippet kamu bisa mengoptimalkan dengan menulis jawaban langsung di awal paragraf setelah heading berbentuk pertanyaan, gunakan kalimat aktif yang padat dan jelas.

2. List Snippet

Ilustrasi list snippet yang akan muncul di Google

Jenis kedua adalah daftar, yang bisa berupa ordered list (bernomor) maupun unordered list (berbutir).

List snippet muncul untuk query seperti “cara membuat…”, “langkah-langkah…”, atau “tips terbaik…”. Format ini mewakili sekitar 19% dari seluruh featured snippet.

Cara mengoptimalkannya bisa gunakan tag <ol> atau <ul> dengan heading yang jelas di setiap poin. Pastikan setiap langkah ditulis ringkas dan berurutan.

3. Table Snippet

Ilustrasi Table Snippet yang akan muncul di Google

Table snippet muncul ketika informasi lebih mudah dipahami dalam bentuk perbandingan atau data terstruktur, misalnya “perbandingan harga hosting”, “perbedaan SEO on-page dan off-page”, atau “tabel spesifikasi produk”.

Google menarik data dari tabel HTML yang ada di halaman kamu.

Cara mengoptimalkannya buat tabel HTML dengan header yang jelas (<th>) dan isi data yang relevan. Jangan menggunakan gambar untuk menampilkan data tabel.

4. Video Snippet

Ilustrasi Video Snippet yang akan muncul di Google.

Jenis terakhir adalah video snippet, yang biasanya muncul untuk query tutorial atau how-to. Google mayoritas mengambil ini dari konten YouTube.

Snippetnya menampilkan thumbnail video beserta timestamp langsung ke bagian yang relevan.

Cara mengoptimalkan: tambahkan transcript atau deskripsi video yang detail di halaman YouTube, serta sematkan video di halaman artikelmu.

Siapa yang Bisa Mendapatkan Featured Snippet?

Menurut pengalaman saya, website tidak harus berada di ranking #1 untuk mendapatkan featured snippet.

Riset Ahrefs menunjukkan bahwa halaman yang berada di posisi 2–5 pun berpeluang muncul di posisi nol, selama kontennya diformat dengan tepat dan menjawab pertanyaan pengguna secara langsung.

Namun ada satu syarat utama, yaitu halaman tersebut minimal harus berada di halaman pertama Google.

Jika kontenmu masih di halaman dua atau tiga, fokuskan dulu pada optimasi ranking dasar sebelum mengejar featured snippet.

7 Cara Praktis Mendapatkan Featured Snippet

Nah agar kamu bisa mendapatkan fitur ini, kamu bisa lakukan cara praktis berikut ini.

1. Targetkan Keyword Berbasis Pertanyaan

Featured snippet paling sering muncul untuk query yang dimulai dengan kata tanya seperti “apa itu”, “bagaimana cara”, “mengapa”, “berapa”, “kapan”, dan sejenisnya.

Mulailah riset keyword dengan fokus pada pertanyaan yang relevan di niche kamu.

Manfaatkan fitur “People Also Ask” di Google dan Google Search Console untuk menemukan pertanyaan spesifik yang sering diajukan audiens.

Jika kamu belum familiar dengan cara membaca data di Google Search Console, pelajari terlebih dahulu cara menggunakan Google Search Console untuk menemukan peluang keyword baru.

2. Jawab Pertanyaan Secara Langsung di Awal Paragraf

Cara praktis kedua adalah tulis jawaban dulu, baru penjelasannya di awal paragraf.

Setelah heading berbentuk pertanyaan, langsung tulis jawaban ringkas dalam 40–60 kata di paragraf pertama. Hindari pembukaan berbelit yang menunda inti jawaban.

Contoh struktur yang baik:

H2: Apa Itu Featured Snippet?
[Paragraf: definisi langsung dalam 40-60 kata]
[Paragraf selanjutnya: penjelasan lebih mendalam]

3. Gunakan Format yang Sesuai dengan Jenis Query

Setiap jenis query membutuhkan format konten yang berbeda:

  • Query “apa itu” gunakan paragraph snippet dengan definisi jelas
  • Query “cara membuat” atau “langkah-langkah” gunakan ordered list bernomor
  • Query “perbandingan” atau “daftar terbaik” gunakan tabel atau unordered list
  • Query tutorial visual sematkan video YouTube

4. Optimalkan Panjang Jawaban

Riset terbaru dari Moz menunjukkan bahwa panjang optimal featured snippet di 2025–2026 adalah sekitar 40–45 kata, lebih pendek dari benchmark lama.

Terlalu panjang justru membuat Google tidak menampilkannya sebagai snippet.

5. Gunakan Heading yang Mengandung Pertanyaan

Struktur heading yang mengandung kata tanya memberi sinyal kuat ke Google bahwa konten di bawahnya adalah jawaban dari pertanyaan tersebut.

Gunakan H2 atau H3 seperti “Apa Itu…”, “Bagaimana Cara…”, “Mengapa…”.

6. Pastikan Schema Markup Terpasang dengan Benar

Schema markup khususnya FAQ Schema dan HowTo Schema membantu Google memahami struktur kontenmu dengan lebih baik.

Halaman dengan schema yang tepat memiliki peluang lebih besar untuk muncul di rich results, termasuk featured snippet.

Jika kamu menggunakan WordPress, proses pemasangan schema markup bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Baca panduan 25 cara optimasi website WordPress untuk SEO yang mencakup tips pemasangan plugin SEO dan schema markup secara menyeluruh.

7. Perbarui Konten Lama yang Sudah Ranking

Artikel yang sudah berada di halaman pertama Google namun belum mendapatkan featured snippet adalah kandidat terbaik untuk dioptimalkan.

Tambahkan paragraf jawaban langsung, perbaiki struktur heading, dan tambahkan format list atau tabel jika relevan.

Proses ini sebenarnya bagian dari content refresh strategi yang sudah terbukti meningkatkan performa artikel lama.

Kamu bisa baca panduan lengkapnya di artikel cara update artikel lama agar traffic kembali naik.

Featured Snippet di Era AI Overview Google

Google kini semakin agresif menampilkan AI Overview di atas featured snippet untuk banyak query informasional.

Ini berarti persaingan untuk mendapatkan visibilitas di SERP semakin ketat.

Namun data menunjukkan bahwa konten yang teroptimasi untuk featured snippet juga memiliki peluang lebih besar untuk dikutip di dalam AI Overview karena keduanya sama-sama mengandalkan konten yang terstruktur, otoritatif, dan menjawab pertanyaan secara langsung.

Untuk memahami lebih dalam bagaimana AI Overview mempengaruhi strategi SEO secara keseluruhan, baca artikel strategi baru SEO di era AI Overview Google.

Butuh Bantuan Muncul di Posisi Nol Google?

Mengoptimalkan konten untuk featured snippet membutuhkan pemahaman mendalam tentang search intent, struktur konten, dan teknis SEO yang saling berkaitan.

Tidak cukup hanya menulis artikel panjang namun perlu strategi yang tepat dari pemilihan keyword hingga format halaman.

Jika kamu ingin website bisnismu tampil di posisi terdepan Google termasuk featured snippet tanpa harus belajar dari nol sendiri, Abdul Roqib siap membantu sebagai konsultan SEO profesional.

Dengan pengalaman menangani berbagai klien mulai dari UMKM lokal hingga bisnis skala menengah, layanan SEO yang ditawarkan mencakup audit teknis, riset keyword mendalam, optimasi konten, hingga strategi link building yang berkelanjutan.

Konsultasi gratis sekarang di halaman layanan SEO dan diskusikan bagaimana strategi featured snippet bisa diterapkan untuk bisnis kamu.

Referensi

  1. AIOSEO. (2026). 85+ SEO Statistics for 2026 (Current & Verified).
  2. Amra & Elma. (2026). Top Featured Snippet Statistics 2026.
  3. AWR / MarketerHire. (2025). How to Get a Featured Snippet on Google in 2025. https://marketerhire.com/blog/how-to-get-a-featured-snippet-on-google
  4. MakinRajin.com. (2022). Apa itu Featured Snippet? Pengertian, Jenis, dan Cara Mengoptimasinya.
  5. My Codeless Website. (2025). Featured Snippet Statistics 2025 — 20 Mind-Blowing Statistics. https://mycodelesswebsite.com/featured-snippet-statistics/
  6. SEO Sherpa. (2025). Discover the Most Relevant SEO Statistics for 2025.
  7. Omnibound AI. (2026). Zero-Click Search Statistics 2026.
  8. Redcomm. (2025). 7 Cara Mendapatkan Featured Snippet Google.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Let’s Work Together!

Mau kenalan lebih jauh dengan saya? Atau ingin bekerjasama? Langsung yuk isi ini dulu.

WhatsApp

+6281232867866

Email

roqibads2012@gmail.com

Adress

Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang

Dapatkan Harga Promo Hari Ini!