Buat kamu yang baru mulai belajar digital marketing, mungkin masih bingung tentang jenis jenis SEO dan bagaimana cara kerjanya.
SEO atau Search Engine Optimization memang jadi salah satu strategi penting agar website kamu bisa muncul di halaman pertama Google.
Pasalnya, hampir setiap hari ada jutaan bahkan milyaran orang yang mencari di Search Engine.
Mungkin salah satunya kamu..
Nah, sebenarnya SEO terbagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing punya peran berbeda dalam proses optimasi.
Mulai dari optimasi konten di dalam website, sampai upaya membangun reputasi di luar website.
Namun setiap jenis ini saling berkaitan dan semuanya harus bareng-bareng di optimasi.
Di artikel ini, kita akan bahas lengkap tentang tiga jenis utama SEO, lengkap dengan penjelasan dan contoh praktisnya.
1. SEO On Page (On Site SEO)
Jenis SEO yang pertama adalah SEO On Page.
Ini adalah optimasi yang dilakukan di dalam website kamu sendiri.
Fokus utamanya adalah membuat konten yang relevan, berkualitas, dan mudah dipahami baik oleh manusia maupun mesin pencari.
Beberapa hal yang termasuk dalam SEO On Page antara lain:
- Penggunaan kata kunci (keyword) yang tepat
- Struktur heading yang rapi (H1, H2, dst.)
- Meta title dan meta description yang menarik
- Internal linking antar halaman
- Optimasi gambar (ukuran, alt text, dll.)
Contoh SEO On Page yang sederhana bisa dilihat saat kamu menulis artikel blog dengan struktur yang jelas, menggunakan kata kunci di awal paragraf, dan memberikan link ke artikel lain di website kamu. Ini akan membantu Google memahami isi konten dan memberi nilai lebih pada halamanmu.
2. SEO Off Pages (Off Site SEO)
Jenis SEO kedua adalah SEO Off Page, yaitu segala bentuk optimasi yang dilakukan di luar website kamu.
Tujuannya adalah untuk membangun kredibilitas dan otoritas website kamu di mata mesin pencari, terutama Google.
Yang termasuk dalam metode SEO Off Page antara lain:
- Link building (mendapat backlink dari website lain)
- Sharing konten di media sosial
- Brand mention (disebut di website lain tanpa link)
- Kolaborasi dengan media atau blog lain
Semakin banyak website lain yang memberikan link ke websitemu, semakin tinggi kemungkinan halamanmu naik peringkat.
Tapi ingat, kualitas backlink lebih penting dari kuantitas. Dapat backlink dari website terpercaya jauh lebih baik daripada dari blog spam.
3. Technical SEO
Selanjutnya ada Technical SEO, yaitu optimasi bagian teknis dari website yang mendukung performa SEO secara keseluruhan.
Ini biasanya berhubungan dengan kecepatan website, struktur URL, mobile friendly, dan keamanan situs.
Beberapa poin penting dalam Technical SEO adalah:
- Website cepat diakses (loading time singkat)
- Indexing
- Crawlability
- Mobile responsive (tampil baik di HP dan tablet)
- Menggunakan HTTPS (aman)
- Struktur sitemap.xml dan robots.txt yang benar
- Penggunaan schema markup agar konten mudah dibaca Google
Meskipun terdengar teknis, kamu nggak perlu paham coding buat mulai perbaikan di area ini.
Banyak tools yang bisa bantu ceki, seperti Google Search Console, PageSpeed Insights, atau Screaming Frog.
Maksimalkan Potensi Website Bareng Aku
Sekarang kamu sudah tahu bahwa SEO terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu SEO On Page, SEO Off Page, dan Technical SEO.
Masing-masing punya peran penting yang saling melengkapi.
Kalau kamu tanya, “Ada berapa jenis dalam SEO?” atau “Contoh SEO itu seperti apa?” maka jawabannya tergantung dari bagaimana kamu mengoptimasi semua aspek tadi secara seimbang.
Ingat, SEO bukan kerja sekali jadi.
Butuh proses, konsistensi, dan pemahaman metode yang tepat agar hasilnya maksimal.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam atau butuh bantuan buat optimasi website kamu, yuk kita ngobrol!
Bareng aku, kamu bisa memaksimalkan semua potensi dari jenis jenis SEO dengan strategi yang simpel tapi berdampak besar.





