Jenis-Jenis Keyword dan Cara Penggunaannya

jenis keyword

Kalau kamu baru mulai belajar SEO atau digital marketing, pasti sering dengar istilah “keyword”, kan? Tapi sebenarnya apa sih keyword itu?.

Nah, keyword adalah kata atau frasa yang diketik orang di Google saat mereka ingin mencari sesuatu.

Bisa berupa produk, informasi, atau jawaban atas pertanyaan mereka.

Contoh simplenya:

Kalau seseorang ketik “sepatu olahraga pria”, maka itu adalah keyword. Google akan menampilkan hasil yang menurutnya paling relevan dari berbagai website.

Tapi… tahukah kamu? Keyword itu ada jenis-jenisnya, dan nggak semuanya punya tujuan yang sama.

Yuk kita bahas satu per satu!

Jenis-Jenis Keyword yang Wajib Kamu Tahu

Memahami jenis keyword akan membantu kamu menargetkan audiens yang tepat di setiap tahap customer journey dari orang yang baru cari informasi sampai yang udah siap ambil keputusan.

Ada beberapa jenis keyword diantaranya : 

1. Berdasarkan Panjang & Struktur Kata (Keyword Length)

Jenis keyword ini dibedakan dari seberapa panjang frasa keyword-nya.

Semakin panjang keyword, biasanya semakin spesifik maksud pencariannya.

Dan semakin panjang keywordnya semakin mudah juga website muncul di hasil pencairan teratas.

a. Short-tail Keyword (Head Keyword)

Short-tail keyword adalah kata kunci yang sangat pendek, biasanya hanya terdiri dari satu hingga dua kata.

Kata kunci ini sangat umum dan bersifat luas, sehingga volume pencariannya atau keyword density nya tinggi tapi kompetisinya juga besar.

Karena sifatnya umum, kata kunci ini tidak menunjukkan maksud pencarian yang jelas (bisa saja hanya cari info, bisa juga mau beli).

Contoh:

  1. sepatu
  2. makanan
  3. kamera

b. Mid-tail Keyword

Mid-tail keyword terdiri dari dua sampai tiga kata dan cenderung lebih spesifik dibanding short-tail.

Keyword ini memiliki volume pencarian menengah, dan sudah mulai menunjukkan konteks niat pengguna.

Biasanya mid-tail cocok untuk website yang ingin menargetkan kata kunci dengan traffic stabil tapi juga punya konversi bagus.

Contoh:

  1. sepatu olahraga pria
  2. makanan sehat untuk diet
  3. kamera mirrorless terbaik

c. Long-tail Keyword

Long-tail keyword adalah frasa panjang yang sangat spesifik, biasanya terdiri dari lebih dari 3 kata.

Volume pencariannya kecil, tapi sangat relevan dan berkonversi tinggi karena pengguna yang mengetik ini biasanya sudah punya niat kuat untuk mengambil keputusan (misalnya membeli atau daftar).

Keyword ini cocok banget buat kamu yang baru mulai SEO, karena persaingannya jauh lebih ringan.

Contoh:

  1. sepatu olahraga pria ukuran besar untuk lari
  2. makanan sehat rendah kalori untuk sarapan
  3. kamera mirrorless terbaik untuk traveling budget terbatas

Baca Juga : Cara Riset Keyword: Panduan Mudah untuk Pemula

2. Berdasarkan Niat Pencarian (Search Intent)

Jenis keyword ini fokus ke tujuan atau niat pengguna saat mengetik kata kunci.

Memahami niat pencarian sangat penting agar konten kamu menjawab kebutuhan audiens secara tepat.

a. Informational Keyword

Digunakan oleh pengguna yang ingin mencari informasi atau pengetahuan.

Mereka belum berniat untuk membeli, hanya ingin tahu lebih dalam soal suatu topik.

Biasanya digunakan pada tahap awal customer journey (awareness).

Contoh:

  1. apa itu SEO
  2. manfaat minum air putih
  3. cara membuat website gratis

b. Navigational Keyword

Pengguna sudah tahu apa yang mereka cari dan ingin langsung mengakses website atau brand tertentu.

Biasanya diketik oleh mereka yang sudah familiar dengan brand atau layanan yang disediakan.

Keyword ini cocok untuk branding dan membantu pengguna cepat menemukan konten kita.

Contoh:

  1. login tokopedia
  2. youtube shorts
  3. login instagram

c. Transactional Keyword

Keyword ini digunakan oleh pengguna yang sudah siap melakukan tindakan tertentu, seperti membeli, mendaftar, atau mendownload.

Biasanya muncul di tahap akhir funnel (decision stage).

Keyword seperti ini punya potensi konversi paling tinggi.

Contoh:

  1. beli sepatu nike original
  2. download template CV gratis
  3. jasa SEO terbaik di Jakarta

d. Commercial Investigation Keyword

Keyword yang digunakan saat pengguna masih dalam fase membandingkan produk atau layanan, sebelum memutuskan beli.

Mereka sudah dekat ke tahap beli, tapi masih butuh meyakinkan diri.

Konten yang cocok: perbandingan, review, rekomendasi, testimoni.

Contoh:

  1. perbandingan hosting terbaik 2025
  2. review kamera canon vs sony
  3. rekomendasi jasa SEO murah

3. Berdasarkan Waktu (Durasi Populer)

Keyword bisa juga dibedakan dari seberapa lama keyword itu relevan atau dicari orang.

Ada yang hanya relevan di waktu-waktu tertentu (musiman), dan ada yang bisa bertahan sepanjang tahun (evergreen).

a. Seasonal Keyword (Keyword Musiman)

Keyword ini hanya ramai dicari di waktu tertentu, biasanya karena momen khusus seperti Ramadan, lebaran, akhir tahun, atau momen tahunan lainnya.

Cocok untuk konten campaign musiman, dan idealnya disiapkan minimal 2–3 bulan sebelum puncak pencarian.

Contoh:

  1. qurban 2025
  2. promo ramadhan
  3. hampers lebaran murah
  4. diskon akhir tahun

b. Evergreen Keyword

Keyword yang selalu relevan sepanjang tahun, tidak tergantung musim atau waktu.

Cocok untuk konten pilar yang mendatangkan trafik jangka panjang.

Biasanya dicari terus-menerus dan stabil dari tahun ke tahun.

Contoh:

  1. cara menurunkan berat badan
  2. tips belajar SEO pemula
  3. cara membuat email profesional

Baca Juga : Panduan SEO On Page yang Mudah dan Cocok untuk Pemula

4. Berdasarkan Fokus Lokasi dan Brand

Keyword ini berkaitan dengan tempat atau nama merek tertentu, dan biasanya digunakan untuk memperkuat strategi lokal atau brand positioning.

a. Geo-targeted Keyword (Keyword Lokasi)

Keyword yang menyebutkan nama kota atau wilayah tertentu, cocok untuk bisnis lokal atau campaign yang terbatas di area tertentu.

Contoh:

  1. jasa pembuatan neon box Jogja
  2. tempat makan enak di Bandung
  3. rental motor Bali murah

b. Branded vs Non-Branded Keyword

  • Branded Keyword: Kata kunci yang menyebut nama brand tertentu. Biasanya digunakan oleh orang yang sudah familiar dan tinggal cari penawaran brand tersebut.
  • Non-Branded: Kata kunci umum yang tidak menyebut merek apa pun. Cocok untuk menjangkau pengguna baru yang belum tahu brand kamu.

Contoh Branded:

  • Nike Air Jordan
  • Canva Pro Indonesia

Contoh Non-Branded:

c. LSI Keyword (Latent Semantic Indexing)

LSI keyword adalah kata atau frasa yang berhubungan erat dengan topik utama.

Fungsinya untuk membantu Google memahami konteks konten kamu secara menyeluruh.

Biasanya muncul secara natural di dalam tulisan, dan bisa membantu meningkatkan kualitas konten SEO.

Contoh LSI untuk keyword utama “Digital Marketing”:

  • SEO
  • email marketing
  • konten strategi
  • Google Ads
  • social media management

Penutup

Keyword itu ibarat “peta” buat membawa orang ke konten kamu.

Tapi kalau kamu pakai keyword yang salah (atau nggak paham jenisnya), bisa-bisa nyasar ke audiens yang nggak sesuai.

Kalau kamu masih bingung soal cara riset atau pakai keyword yang pas buat kontenmu, boleh banget ngobrol bareng aku.

Yuk belajar bareng, dari yang simpel dulu. SEO itu seru kok kalau udah ngerti dasarnya 😄

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Let’s Work Together!

Mau kenalan lebih jauh dengan saya? Atau ingin bekerjasama? Langsung yuk isi ini dulu.

WhatsApp

+6281232867866

Email

roqibads2012@gmail.com

Adress

Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang

Dapatkan Harga Promo Hari Ini!